Kendala Pedagang Aksesori, Mobil Baru Sudah Keren

Kendala Pedagang Aksesori, Mobil Baru Sudah Keren – selamat datang di blog Discuz .ID | Media Informasi Terbaru yang menyajikan berita teraktual dan terkini yang dimuat pada sub topik pembahasan .

1337240dreza9780x390 » Kendala Pedagang Aksesori, Mobil Baru Sudah Keren

, KompasOtomotif — Kondisi yang diprediksi akan membaik tahun ini belum dirasakan langsung oleh pebisnis aksesori. Bukannya tumbuh, dalam tiga bulan pertama tahun ini malah mengalami penurunan sampai 40 persen dibanding tahun lalu.

Ronny Martinus, Event & Promotion Manager MGK, salah satu sentra aksesori dan komponen mobil di Jakarta, mengatakan, penyebab utama belum membaiknya kondisi terkait dengan sikap konsumen. Mereka masih lebih memilih untuk main aman, seperti menyimpan dananya.

“Pemasukan konsumen tidak turun, khususnya untuk pegawai-pegawai. Namun, mereka hanya menahan belanja kebutuhan sekunder atau tersier, salah satunya karena kondisi ekonomi dan politik yang tidak menentu,” ujar Ronny kepada KompasOtomotif, Sabtu (30/4/2016).

Ronny melanjutkan, salah satu alasan konsumen untuk datang ke toko aksesori yaitu untuk meningkatkan tampilan mobil. Namun, saat ini standar pabrikan mobil saja sudah cukup bagus dan keren.  

“Ini juga jadi salah satu satu penyebab penurunan aksesori, standar pabrikan mobil baru agen tunggal pemegang merek (ATPM) sudah bagus. Seperti model lampu, pelek, audio, atau bagian eksterior atau interior lainnya, itu bahkan sudah didapat untuk tipe terendah,” ujar Ronny.

Ronny menambahkan, karena itu, pedagang harus sabar-sabar menunggu sampai konsumen bosan dengan tampilan mobilnya dan belanja aksesori. “Pastinya semoga bisnis aksesori akan semakin membaik,” ujar Ronny.

Sumber: http://otomotif.kompas.com
Artikel tentang Kendala Pedagang Aksesori, Mobil Baru Sudah Keren ini semoga dapat memberikan ide dan inspirasi serta jangan lupa untuk bergabung dengan media sosial kami untuk mendapatkan update terbaru terkait berita Otomotif, terima kasih telah meluangkan waktunya.