Marvin Hagler, Si Petarung Terganas 8 Menit Yang Ubah Haluan Jadi Bintang Film

Marvin Hagler, Si Petarung Terganas 8 Menit yang Ubah Haluan Jadi Bintang Film – selamat datang di blog Discuz .ID | Media Informasi Terbaru yang menyajikan berita teraktual dan terkini yang dimuat pada sub topik pembahasan Olahraga.

2134548medium 6c4d4b456dc916065712037bf3421cf4780x390 » Marvin Hagler, Si Petarung Terganas 8 Menit Yang Ubah Haluan Jadi Bintang Film

KOMPAS.com – Sosok-sosok hebat seperti Floyd Mayweather Jr atau Manny Pacquiao menjadi buah bibir saat ini di arena olahraga tinju. Tetapi, siapakah petarung terganas dalam 8 menit di cabang tersebut? Jawabannya adalah Marvin Hagler.

Pria kelahiran New Jersey, 23 Mei 1954 ini dikenal sebagai petinju terbaik kelas menengah versi WBC, WBA, dan IBF dalam kurun waktu 1980-1987.

Hagler menjalani kehidupan masa kecilnya di New Jersey, sebelum akhirnya terjadi kerusuhan Newark pada 12-17 Juli 1967 yang menewaskan 26 orang dan menyebabkan kerusakan properti yang nilainya hingga 11 juta dollar amerika serikat (Rp 144,7 miliar), termasuk kediamannya. Hal ini memaksa Hagler pindah ke Brockton, Massachusetts.

Pada 1969, Hagler memilih aktif bertinju di tempat kebugaran milik saudaranya, Pat dan Goody Petronelli, yang kemudian menjadi pelatih dan manajernya. Pada 1973, Hagler memenangi National AAU (Amateur Athletic Union) di kelas 75kg, usai mengalahkan Terry Dobbs.

Hagler kemudian menjadi petinju kelas menengah nomor 1 selama bertahun-tahun, sebelum akhirnya mendapat kesempatan bertanding memperebutkan gelar.

Joe Frazier, yang merupakan mantan juara dunia tinju kelas berat (16 Februari 1970-22 Januari 1973), sekaligus pemenang medali emas Olimpiade 1964, memberikan komentar terhadap penampilan Hagler.

“Hagler hitam, kidal, dan bagus,” kata Frazier.

Hagler pun mendapat kesempatan menghadapi Willie “The Worm” Monroe, yang merupakan anak asuh Frazier. Sayang, Hagler kalah dalam laga yang sangat ketat, sehingga Monroe memberikan peluang untuk menggelar pertandingan ulang.

Duel kedua berhasil dimenangi Hagler dengan KO pada ronde ke-12 dan dalam pertandingan ketiga, Hagler mampu menaklukkan Monroe hanya dalam dua ronde.

Promotor asal Boston, Rip Valenti, tertarik dengan penampilan Hagler dan mulai menghadirkan lawan-lawan hebat untuk dihadapi petinju berjulukan Marvelous tersebut.

Pertama, Hagler ditemukan dengan jawara Olimpiade 1972, Sugar Ray Seales, dan berhasil mengukir kemenangan. Laga kedua mereka berakhir imbang, dan pada pertarungan ketiga, Hagler menang KO.

Lalu, Hagler kembali bertemu dengan salah satu petinju terbaik di kelas middleweight, Mike Colbert. Hagler lagi-lagi mampu menang KO dalam 12 ronde dan mematahkan rahang Colbert.

Kemudian, Hagler berjumpa dengan ahli jotos asal Inggris, Kevin Finnegan, dan unggul pada ronde ke-8. Setelah itu, Finnegan harus menerima 40 jahitan di wajahnya.

Hagler sempat kalah secara kontroversial dari Bobby “Boogaloo” Watts, tetapi berhasil menang KO pada ronde kedua dalam laga ulang. Hagler juga merengkuh hasil positif kala menaklukkan Bennie Briscoe dalam duel 10 ronde.

Serangkaian hasil tersebut membuat petinju yang memiliki ciri khas bermain cepat ini dikontrak oleh promotor Bob Arum.

Pada November 1979, Hagler bertarung dengan juara dunia kelas menengah, Vito Antuofermo di Caesar’s Palace, Las Vegas, Nevada. Setelah mengarungi 15 ronde, banyak orang beranggapan Hagler menang, tetapi keputusan mengejutkan diumumkan wasit ketika ternyata hasil berakhir imbang.

Antuofermo kemudian kehilangan gelarnya usai dikalahkan oleh petinju Inggris, Alan Minter. Hal tersebut membuka peluang Hagler untuk kembali merebut gelar itu. Hagler pun menuju ke Wembley Arena untuk menantang Minter.

Suasana memanas ketika Minter menuturkan, “Tidak ada pria kulit hitam yang akan mengambil gelar saya.”

Hagler mendominasi laga dan membuat Minter terkapar. Wasit pun menghentikan pertandingan seusai ronde ketiga. Setalah 7 tahun dan melalui 50 pertandingan, Hagler secara resmi menjadi juara dunia tinju kelas menengah.

Pada akhir pertarungan tersebut, terjadi kerusuhan yang menyebabkan hujan botol bir dan gelas. Hagler dan pelatihnya dibawa pergi ke kamar ganti mereka oleh polisi.

Pertandingan terakbar pada 1985 pun bergulir. Hagler ditantang oleh Thomas Hearns. Laga ini mendapat julukan “The War”, mengingat brutalnya duel bagai sebuah peperangan.

Ronde pertama laga itu digadang-gadang sebagai pertarungan tiga menit terbaik dalam sejarah tinju kelas menengah. Kedua petinju bergantian beradu jotos tanpa kenal lelah.

Ronde kedua dan ketiga tidak berjalan terlalu seru seperti ronde pertama. Pasalnya, tangan Hearns patah. Namun, dia tetap mampu tampil kompetitif.

Partai ini pun selesai pada ronde ketiga, setelah rangkaian pukulan Hagler membuat Hearns kewalahan dan tersungkur. Catatan tersebut dianggap sebagai prestasi terbesar Hagler.

Komentator Al Michaels mengatakan,” Ini tidak berlangsung panjang, tetapi laga berjalan indah!”

Media Inggris, Boxing News, menyebut laga ini “delapan menit kekacauan”, sementara The Ring menganggap pertempuran tersebut “delapan menit paling menyengat.”

The Ring kemudian memberi penghargaan Fight of the Year 1985 untuk laga Hagler melawan Hearns.

Hagler kembali melakoni duel bersejarah saat melawan Sugar Ray Leonard pada 6 April 1987.

Leonard rela kembali ke ring tinju meski sudah pensiun selama tiga tahun dan duel hanya berlangsung dalam 12 ronde, bukan 15. Para rumah taruhan menjagokan Hagler menang.

Ronde ke-9 menjadi pertarungan paling mendebarkan. Hagler menggempur Leonard hingga ke sudut ring dan Leonard mencoba membalikkan keadaan untuk keluar dari keterpurukan.

Leonard tampil bagus pada ronde kesepuluh. Setiap Hagler melepaskan pukulan yang tepat, Leonard mampu membalasnya dengan gemilang. Pada ronde penutup, Hagler dan Leonard silih berganti menyerang, hingga laga berakhir.

Hagler pun melakukan selebrasi layaknya seorang juara, sementara Leonard mengangkat kedua tangannya seperti pemenang.

Leonard diberitakan melepaskan 629 pukulan dan mendarat tepat sebanyak 306. Di lain sisi, Hagler mampu membuat 792 pukulan tetapi hanya 291 yang mencapai sasaran.

Hagler menuturkan bahwa ketika mereka berpelukan pada akhir laga, Leonard mengatakan, “Anda mengalahkan saya.”

Hagler pun bercerita usai pertandingan, “Leonard berkata saya mengalahkan dia dan saya sangat senang.”

Namun, Leonard membantah pernyataan tersebut dan mengklaim bahwa dirinya hanya mengatakan, “Anda seorang juara yang hebat.”

Leonard dinyatakan keluar sebagai pemenang dan hal tersebut tetap menjadi perdebatan hingga hari ini. Hagler meminta pertandingan ulang, tetapi Leonard memilih untuk kembali pensiun.

Hagler akhirnya gantung sarung tinju pada Juni 1988 setelah lelah menanti pertarungan ulang dengan Leonard.

Pada 1990, Leonard sempat memberikan tawaran kepada Hagler untuk melakukan pertarungan ulang, tetapi Hagler memilih menjalani hidup sebagai seorang aktor di Italia.

“Beberapa waktu lalu, saya sangat menginginkan dia, tetapi semua sudah berakhir,” ujar Hagler.

Alih Profesi

Setelah kekalahan dari Leonard, Hagler pindah ke Italia. Dia menjadi aktor terkenal untuk film aksi, termasuk memainkan peran sebagai US Marine dalam film Indio dan Indio 2.

Pada 1996, Hagler membintangi Virtual Weapon bersama aktris Giselle Blondet. Hagler juga menjadi komentator tinju dalam saluran televisi Inggris.

Hagler juga merambah bidang lainnya. Dia menjadi bagian dari video game Fight Night: Round 3.

Hagler memiliki lima anak (Charelle, Celeste, James, Marvin Jr, dan Gentry) dari istri pertamanya, Bertha.

Kendati memiliki sebuah rumah di Bartlett, New Hampshire, Hagler kini menetap di Milan.

Pada Mei 2000, dia menikahi Kay, seorang wanita Italia, di Pioltello, Italia.

Salah satu kalimat Hagler yang begitu dikenang ketika dia menuturkan, “Tidak ada yang bisa mengintimidasi saya. Saya bertarung dan menghancurkan.” (Septian Tambunan)
Sumber: http://olahraga.kompas.com
Artikel tentang Marvin Hagler, Si Petarung Terganas 8 Menit yang Ubah Haluan Jadi Bintang Film ini semoga dapat memberikan ide dan inspirasi serta jangan lupa untuk bergabung dengan media sosial kami untuk mendapatkan update terbaru terkait berita Olahraga, terima kasih telah meluangkan waktunya.