PLN: Krisis Listrik Pulau Nias Berakhir Hari Ini

PLN: Krisis Listrik Pulau Nias Berakhir Hari Ini – selamat datang di blog Discuz .ID | Media Informasi Terbaru yang menyajikan berita teraktual dan terkini yang dimuat pada sub topik pembahasan Bisnis.

9f6ed701 f93e 4588 b1f2 427046a9d684 169 » PLN: Krisis Listrik Pulau Nias Berakhir Hari Ini

Medan -Setelah krisis selama 11 hari, pasokan listrik di Pulau Nias akhirnya kembali normal. Dua pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) berkapasitas total 20 megawatt (MW) yang disewa PLN dari American Power Rent (APR) kembali hidup, setelah ada penyelesaian masalah kontrak.

Direktur Bisnis Regional Sumatra PLN, Amir Rosidin, mengungkapkan pasokan listrik Nias sudah mulai normal pada Selasa (12/4/2016) kemarin, dan krisis bisa diselesaikan tepatnya pada hari ini, Rabu (13/4/2016) pukul 02.00 WIB.

PLTD Moawo 10 MW mulai dinyalakan kemarin pukul 18.00 WIB dan beroperasi penuh pukul 20.00 WIB.

“Nias itu sudah bisa dinormalkan dari kemarin tanggal 12 April 2016, secara bertahap sudah dinormalkan. Mesin-mesin dari pembangkit APR itu dioperasikan sejak jam 18.00 WIB Selasa kemarin. Mereka start dulu, baru bisa dibebani itu jam 20.00 WIB. Yang bisa dioperasikan pertama itu PLTD Moawo, langsung 10 MW, seluruh beban teratasi pukul 20.00 WIB untuk PLTD Moawo,” tutur Amir, saat ditemui di Medan, Rabu (13/4/2016).

Kemudian PLTD Idanoi 10 MW mulai dinyalakan pukul 22.00 WIB dan beroperasi penuh pukul 02.00 WIB. Dengan beroperasinya kedua PLTD ini, defisit listrik sebesar 20 MW selama 11 hari terakhir pun tertutupi.

“PLTD Idanoi mulai jam 22.00 WIB. APR mengoperasikan itu, secara bertahap dibebani, terakhir jam 02.00 WIB dini hari beroperasi. Jadi dua-duanya sudah menyala. Jadi seluruh Nias sudah normal, nggak defisit lagi,” paparnya.

Adapun genset-genset yang dipasang PLN secara darurat selama hampir 2 minggu terakhir mulai dimatikan, karena PLTD Moawo dan PLTD Idanoi sudah beroperasi lagi.

“Genset kita tidak tersambung langsung ke jaringan, tapi langsung ke pelanggan-pelanggan. Ada juga yang tersambung tapi nggak banyak. Ketika PLTD sudah beroperasi, genset kita matikan, dilepas,” tutupnya.

Sebelumnya, APR mematikan 2 PLTD miliknya yang memasok listrik hingga 20 MW sehingga Pulau Nias mengalami defisit hingga 74% dari beban puncak sebesar 24 MW, terjadilah krisis listrik.

APR mengambil langkah tersebut karena merasa dirugikan oleh PLN yang belum membayar tunggakan sebesar Rp 80-90 miliar untuk penyewaan PLTD berkapasitas 75 MW, di Tanjung Morawa dan Kualanamu, Sumatera Utara (Sumut).

Untuk penyelesaian masalah tersebut,menawarkan pembayaran sebesar 50% dulu dari total tagihan itu. Sisa 50% tagihan akan diperiksa dulu oleh BPKP, pemeriksaan bisa selesai dalam 1 bulan. Dari hasil pemeriksaan BPKP, dapat dihitung berapa jumlah tagihan yang sebenarnya harus ditanggung oleh PLN.

Tawaran ini diterima, perusahaan asal AS itu pun akhirnya mengoperasikan kembali mesin PLTD di Moawo 10 MW dan Idanoi 10 MW.

(wdl/wdl)

Sumber: http://finance.detik.com
Artikel tentang PLN: Krisis Listrik Pulau Nias Berakhir Hari Ini ini semoga dapat memberikan ide dan inspirasi serta jangan lupa untuk bergabung dengan media sosial kami untuk mendapatkan update terbaru terkait berita Bisnis, terima kasih telah meluangkan waktunya.