‘The Jungle Book’ (3D): Bocah Yang Dibesarkan Keluarga Serigala

‘The Jungle Book’ (3D): Bocah yang Dibesarkan Keluarga Serigala – selamat datang di blog Discuz .ID | Media Informasi Terbaru yang menyajikan berita teraktual dan terkini yang dimuat pada sub topik pembahasan Hiburan.

junglebookdlm » 'The Jungle Book' (3D): Bocah Yang Dibesarkan Keluarga Serigala

Jakarta

Setelah ‘Maleficent’ dua tahun lalu dan ‘Cinderella’ dirilis tahun lalu, Disney kembali mempersembahkan dongeng lama kepada generasi millenial. Kali ini giliran sutradara alumni Marvel, Jon Favreau, yang kebagian jatah untuk menyuguhkan reka ulang dongeng klasik ini.

Cukup setia dengan versi aslinya, ‘The Jungle Book’ versi baru ini menceritakan tentang petualangan si bocah manusia bernama Mowgli (Neel Sethi) yang tinggal di hutan bersama keluarganya. Keluarga Mowgli adalah kawanan serigala. Ayahnya adalah Akela (disuarakan oleh Giancarlo Esposito) dan ibunya adalah Raksha (disuarakan oleh Lupita Nyong’o). Mowgli sudah dianggap sebagai serigala “beneran” semenjak Bagheera (disuarakan oleh Ben Kingsley), seekor macan kumbang hitam, menyerahkannya kepada keluarga serigala ini sedari bayi.

Itulah sebabnya Akela selalu memarahi Mowgli ketika ia bertindak tidak seperti serigala dan malah melakukan trik-trik ala manusia. Kericuhan terjadi ketika si macan Shere Khan (disuarakan oleh Idris Elba) datang. Sebagai penguasa hutan, Shere Khan merasa bahwa Mowgli harus diserahkan kepadanya atau dia akan mulai menghabisi penghuni hutan yang tidak berdosa satu per satu. Mowgli memutuskan untuk meninggalkan kawanan serigalanya dan menghadapi petualangan yang akhirnya mengubah nasibnya.

Adaptasi Justin Marks tidak neko-neko meskipun dia tetap berimprovisasi dalam beberapa hal. Namun secara keseluruhan, skrip yang ditulis oleh Marks tepat sasaran dan setia dengan sumber aslinya. Karakter-karakternya tetap hidup dan terasa nyata bahkan jika (kecuali Mowgli) itu adalah rekayasa komputer. Bahkan saking nyatanya, sosok Shere Khan dan ular Kaa (disuarakan oleh Scarlett Johansson, singkat namun mematikan) tidak hanya akan membuat penonton anak-anak ketakutan tapi juga bisa bikin akan penonton dewasa merinding.

Salah satu keunggulan dari reka ulang dongeng lama menjadi film live action di zaman sekarang adalah kecanggihan teknologi. Dan, ‘The Jungle Book’ memaksimalkan kecanggihan teknologi tersebut ke batas yang tak terhingga. Film ini mempersembahkan visual yang megah dan sangat nyata sehingga Anda mungkin akan tidak percaya jika semuanya dibuat oleh rekaan komputer dengan bantuan Moving Picture Company dan WETA Digital.

Setelah ‘Avatar’, ‘Life of Pie’ dan ‘Dawn of the Planet of the Apes’, ‘The Jungle Book’ memberikan gambaran tiga dimensi sebuah dunia yang hampir seluruhnya dibuat oleh komputer. Hasilnya sungguh luar biasa. Setiap frame bisa Anda jadikan poster film. Gerakan para binatang terlihat begitu anggun. Interaksi antara Mowgli dan binatang rekaan tersebut juga terasa nyata dan pergerakannya sangat halus. Disaksikan dalam bentuk 3D, film ini semakin terasa magisnya. Rasanya seperti dalam sebuah wahana yang melenakan.

Hal tersebut juga terbantu oleh para aktor (dan pengisi suara) yang mumpuni. Neel Sethi sebagai pendatang baru bisa membawa beban film ini di pundaknya. Tugasnya berat mengingat dia menjalani syuting film ini di studio. Dan dia bisa memberika performa yang brilian. Lupita Nyong’o sanggup menularkan rasa keibuannya hanya dengan suaranya. Ben Kingsley memberikan kesan tetua yang perlu diamini petuahnya. Bill Murray (mengisi suara beruang madu Baloo, penolong dan sahabat Mogwli) adalah comic relief yang sempurna. Dan tidak ada yang bisa memberikan kesan gawat darurat dan kejam selain Idris Elba. Suaranya begitu kokoh dan cocok dengan karakternya yang gelap.

Kekurangan film ini –misalnya jika dibandingkan versi pendahulunya– adalah perbedaan mood yang kontras. Versi aslinya jauh lebih jenaka dan warna-warni. Versi yang terbaru ini memang masih memberikan unsur komikal, namun secara keseluruhan versi baru ini amat sangatlah serius.

Meskipun begitu, sebagai adaptasi untuk generasi baru, ‘The Jungle Book’ versi Favreau ini lebih dari layak untuk disaksikan. Bagi yang sudah familiar dengan ceritanya, bersiaplah untuk temu kangen dengan Mowgli dan kawan-kawan. Bagi yang belum, bersiaplah untuk tontonan menghibur bersama seluruh anggota keluarga tercinta.

Candra Aditya penulis, pecinta film. Kini tengah menyelesaikan studinya di Jurusan Film, Binus International, Jakarta.

(mmu/mmu)

Sumber: http://hot.detik.com
Artikel tentang ‘The Jungle Book’ (3D): Bocah yang Dibesarkan Keluarga Serigala ini semoga dapat memberikan ide dan inspirasi serta jangan lupa untuk bergabung dengan media sosial kami untuk mendapatkan update terbaru terkait berita Hiburan, terima kasih telah meluangkan waktunya.